7 Kebohongan Besar di Itaewon Class yang Menipu Jutaan Penonton
7 Kebohongan Besar di Itaewon Class yang Menipu Jutaan Penonton
Itaewon Class (2020) adalah salah satu drama Korea paling ikonik yang berhasil mencuri hati jutaan penonton. Dengan alur cerita balas dendam yang penuh emosi dan karakter-karakter yang kuat, tidak heran jika drama ini mendapatkan banyak pujian. Namun, di balik kesuksesannya, ada beberapa elemen cerita yang terkesan kurang realistis. Berikut adalah 7 "kebohongan besar" di Itaewon Class yang mungkin tidak Anda sadari:
1. Membangun Bisnis dari Nol dengan Mudah
Park Sae-ro-yi berhasil mengubah restoran kecilnya, DanBam, menjadi waralaba besar hanya dalam waktu beberapa tahun. Di dunia nyata, membangun bisnis sebesar itu di kawasan kompetitif seperti Itaewon membutuhkan waktu puluhan tahun, kerja keras tanpa henti, dan tak jarang menghadapi banyak kegagalan.
2. Investasi Saham yang Terlalu Sempurna
Siapa yang tidak ingin menjadi miliarder dari investasi saham? Namun, perjalanan Sae-ro-yi yang menginvestasikan uangnya ke Jangga Co. dan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu cepat terasa terlalu mulus. Kenyataannya, dunia saham penuh risiko besar dan tidak ada jaminan keuntungan instan.
3. Tokoh Utama yang "Kebal Gagal"
Meski Sae-ro-yi menghadapi banyak rintangan, seperti dipenjara dan usahanya sepi pengunjung, ia selalu berhasil bangkit dengan dukungan teman-temannya. Namun, drama ini kurang menggambarkan dampak psikologis dan finansial nyata dari kegagalan beruntun, yang seharusnya menjadi tantangan berat bagi siapa pun.
4. Romansa yang Terasa Tiba-Tiba
Hubungan antara Sae-ro-yi dan Jo Yi-seo menuai pro dan kontra. Setelah bertahun-tahun mencintai Oh Soo-ah, perasaan Sae-ro-yi tiba-tiba berpindah ke Yi-seo dalam waktu singkat. Perkembangan ini terasa kurang natural bagi sebagian penonton.
5. Penjahat dengan Kekuasaan Tak Masuk Akal
Jang Dae-hee, sang antagonis utama, digambarkan memiliki kendali penuh atas hukum, media, dan aparat penegak hukum. Di dunia nyata, pengawasan terhadap perusahaan sebesar Jangga Co. tentu jauh lebih ketat, sehingga sulit bagi satu orang untuk melakukan kejahatan terang-terangan tanpa konsekuensi.
6. Lompatan Waktu yang Membingungkan
Drama ini sering menggunakan lompatan waktu untuk mempercepat alur cerita. Tiba-tiba saja DanBam berubah menjadi perusahaan besar tanpa penjelasan mendetail tentang proses manajerial atau tantangan bisnis yang dilalui. Hal ini membuat perkembangan cerita terasa kurang mendalam.
7. Akhir Balas Dendam yang Kurang Memuaskan
Meskipun tema utama Itaewon Class adalah balas dendam, akhir ceritanya justru terasa kurang memuaskan bagi sebagian penonton. Balas dendam terhadap Jang Dae-hee lebih banyak dilakukan oleh tim Sae-ro-yi daripada dirinya sendiri. Selain itu, upaya untuk menghumanisasi penjahat di akhir cerita juga dianggap tidak memberikan keadilan sepenuhnya.
Kesimpulan
Meski memiliki banyak elemen yang kurang realistis, Itaewon Class tetap menjadi drama yang menginspirasi dengan pesan tentang ketekunan dan keberanian mengejar mimpi. Namun, penting bagi kita sebagai penonton untuk tidak terbuai oleh fantasi semata dan tetap memahami bahwa dunia nyata memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks.
Apa pendapat Anda tentang Itaewon Class? Apakah Anda setuju dengan poin-poin di atas? Yuk, bagikan pendapat Anda di kolom komentar! 😊
