Mengapa Konten TikTok Terasa "Aneh"?

Mengapa Konten TikTok Terasa "Aneh"?

Mengapa Konten TikTok Terasa "Aneh"?


TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, jika kita perhatikan lebih dalam, banyak pengguna sering mengeluhkan bahwa konten di TikTok terasa "aneh" atau bahkan tidak masuk akal. Apa sebenarnya yang membuat fenomena ini terjadi?


1. Budaya FOMO dan Tren Instan  

FOMO, atau Fear of Missing Out, adalah salah satu alasan utama mengapa konten TikTok terasa unik sekaligus aneh. Banyak pengguna mengikuti tren tanpa memikirkan dampaknya, hanya agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Misalnya, ada tantangan-tantangan viral yang terkadang berisiko, namun tetap dilakukan demi validasi sosial dan pengakuan dari lingkungan mereka.


2. Algoritma yang Memprioritaskan Konten Cepat Viral

TikTok memiliki algoritma yang sangat canggih, tetapi cenderung memprioritaskan video pendek yang mampu menarik perhatian dalam hitungan detik. Akibatnya, konten yang konyol atau ekstrem seringkali lebih cepat viral dibandingkan konten edukatif atau mendalam. Hal ini mendorong banyak kreator untuk membuat video yang unik, aneh, bahkan terkadang tidak pantas, demi mendapatkan perhatian.


3. Demografi Pengguna yang Didominasi Usia Muda  

Mayoritas pengguna TikTok adalah remaja dan dewasa muda (10-24 tahun). Usia ini biasanya identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan tindakan impulsif. Tidak heran jika kita sering menemukan konten yang terkesan tidak nyambung atau bahkan mendukung sesuatu yang kontroversial. Usia muda juga membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh tren dan narasi yang sedang populer.


4. Minimnya Literasi Digital  

Sayangnya, literasi digital masih menjadi tantangan besar di kalangan pengguna media sosial, termasuk TikTok. Banyak pengguna tidak memverifikasi informasi sebelum membagikannya, sehingga hoaks atau informasi tidak akurat dapat menyebar dengan cepat. Selain itu, konten yang "bodoh" seringkali dianggap lucu dan akhirnya dinormalisasi.


5. Storytelling Ekstrem dan Dramatis 

Salah satu kunci sukses di TikTok adalah kemampuan bercerita secara dramatis atau unik. Netizen menyukai narasi yang menghibur, meskipun terkadang cerita tersebut dibuat-buat atau terlalu berlebihan. Hal ini menjadikan konten ekstrem sebagai daya tarik utama untuk mendapatkan perhatian.


6. Menurunnya Daya Fokus Pengguna  

TikTok dengan video pendeknya telah mengubah cara kita mengonsumsi informasi. Banyak pengguna lebih menyukai hal-hal simpel dan instan tanpa kedalaman. Bahkan isu-isu serius sering diringkas menjadi estetika belaka, sehingga kehilangan makna aslinya.


7. Komentar Sebagai Arena "Perang Mental" 

Bagian komentar di TikTok sering menjadi tempat adu pendapat atau bahkan spam. Koreksi serius seringkali diabaikan, sementara komentar konyol justru mendapat balasan yang lebih konyol lagi. Fenomena ini semakin memperkuat kesan bahwa TikTok adalah tempat bagi hal-hal ganjil.


Meski begitu, kita tidak bisa menafikan bahwa TikTok adalah wadah kreatif bagi banyak orang untuk berekspresi. Di balik semua keanehan itu, platform ini juga memiliki potensi besar untuk menyebarkan hal-hal positif jika digunakan dengan bijak. Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah "anehnya" TikTok justru menjadi daya tarik tersendiri?

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url