5 Perbedaan Mencolok Itaewon Class Versi Webtoon vs Drama yang Bikin Fans Kecewa
5 Perbedaan Mencolok Itaewon Class Versi Webtoon vs Drama yang Bikin Fans Kecewa
Itaewon Class adalah salah satu drama Korea yang berhasil mencuri perhatian banyak penonton sejak tayang pada tahun 2020. Diadaptasi dari webtoon populer karya Jo Kwang-jin, drama ini sukses besar dan mendapat banyak pujian. Namun, bagi para penggemar setia versi webtoon, ada beberapa perbedaan mencolok antara kedua versi yang cukup mengundang perdebatan. Apa saja perbedaannya? Yuk, simak ulasan berikut!
1. Jo Yi-seo yang Terlalu Kasar di Drama
Di versi webtoon, Jo Yi-seo adalah karakter sosiopat yang cerdas, cool, dan punya prinsip yang kuat. Namun, dalam drama, ia sering digambarkan lebih kasar dan terkadang terkesan kurang dewasa, terutama di awal cerita. Hal ini membuat beberapa penggemar merasa karakter Yi-seo di drama menjadi kurang simpatik dibandingkan versi webtoon.
2. Fokus Cerita Bergeser ke Romansa
Jika di webtoon Itaewon Class lebih menonjolkan perjuangan balas dendam, strategi bisnis, dan pengembangan karakter di Danbam, versi dramanya justru banyak menghabiskan waktu untuk mengeksplorasi cinta segitiga antara Park Saeroyi, Jo Yi-seo, dan Oh Soo-ah. Fokus yang berubah ini membuat elemen perjuangan bisnis yang menjadi inti cerita di webtoon terasa kurang menonjol.
3. Perbedaan Latar Belakang Oh Soo-ah
Karakter Oh Soo-ah juga mengalami perubahan signifikan dalam drama. Latar belakang dan motivasi tindakannya diubah sedemikian rupa sehingga memberikan kesan yang berbeda pada penonton. Beberapa fans merasa perubahan ini membuat karakter Soo-ah di drama kehilangan kompleksitas yang ada di versi webtoon.
4. Kurangnya Perkembangan Karakter Pendamping
Salah satu kekuatan webtoon Itaewon Class adalah pengembangan karakter pendukung seperti Ma Hyeon-yi (koki) dan Kim Toni yang terasa mendalam. Sayangnya, di versi drama, sub-plot mereka kurang dieksplorasi dengan baik, terutama untuk karakter Toni yang ceritanya terkesan terburu-buru diselesaikan di akhir.
5. Akhir Cerita yang Terlalu "Cliché"
Banyak fans merasa bahwa ending drama Itaewon Class terlalu klise dan terburu-buru. Meskipun memberikan happy ending, penyelesaian konflik di drama dianggap kurang menggigit dibandingkan ketegangan bisnis yang lebih terbangun dengan baik di webtoon.
Meskipun ada beberapa perbedaan yang membuat sebagian fans kecewa, tidak dapat dipungkiri bahwa versi drama tetap memiliki daya tarik tersendiri. Akting para pemain yang memukau serta visualisasi suasana Itaewon yang begitu hidup menjadi nilai plus dari adaptasi ini.
Kalau kamu sendiri tim mana nih? Tim webtoon atau tim drama? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya! 😊
