Mengapa Popularitas Kaskus Menurun?
Mengapa Popularitas Kaskus Menurun?
Kaskus, yang pernah menjadi salah satu komunitas daring terbesar di Indonesia, kini tak lagi sepopuler dulu. Banyak dari kita mungkin masih ingat masa kejayaan Kaskus, di mana forum ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai komunitas, berbagi cerita, hingga transaksi jual beli. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas Kaskus perlahan memudar. Apa yang sebenarnya terjadi?
Salah satu faktor utama adalah munculnya media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter (sekarang X). Media sosial menawarkan cara berinteraksi yang lebih cepat, visual, dan instan dibandingkan forum berbasis teks seperti Kaskus. Generasi baru pengguna internet cenderung memilih platform yang memungkinkan mereka berbagi foto, video, dan cerita dalam hitungan detik.
Selain itu, perilaku pengguna internet juga berubah. Dulu, membaca thread panjang di forum adalah hal yang biasa dan menyenangkan. Kini, banyak orang lebih memilih konten yang singkat, padat, bahkan berbasis video, seperti yang ditawarkan oleh TikTok atau YouTube. Tren ini membuat format forum tradisional terasa kurang relevan.
Persaingan di dunia e-commerce juga menjadi tantangan besar bagi Kaskus. Forum Jual Beli (FJB) Kaskus pernah menjadi tempat favorit untuk transaksi online. Namun, dengan hadirnya marketplace seperti Tokopedia dan Shopee yang menawarkan sistem transaksi lebih aman dan terstruktur, FJB kehilangan daya tariknya.
Masalah internal turut berkontribusi pada penurunan Kaskus. Kasus penipuan besar di sistem rekening bersama (rekber) sempat mengguncang kepercayaan pengguna. Selain itu, perubahan tampilan ke Kaskus 2.0 tidak diterima dengan baik oleh sebagian komunitas lama.
Masuknya investasi dari Grup Djarum melalui GDP Venture juga menuai kritik dari beberapa pengguna. Mereka merasa Kaskus semakin komersial dan kurang memberikan apresiasi kepada kreator konten yang telah membangun komunitas di sana. Akibatnya, banyak kreator pindah ke platform lain yang menawarkan keuntungan lebih besar.
Yang paling disayangkan adalah minimnya inovasi. Di tengah perkembangan pesat dunia digital, Kaskus dianggap gagal menghadirkan pembaruan yang signifikan untuk tetap relevan di mata pengguna internet masa kini.
Namun, meski popularitasnya menurun, Kaskus tetap memiliki tempat di hati para penggemarnya. Banyak kenangan manis yang tercipta di sana—dari diskusi seru hingga transaksi pertama di FJB. Semoga Kaskus dapat kembali beradaptasi dengan tren digital dan menemukan cara untuk bangkit kembali.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu masih sesekali mengunjungi Kaskus? Yuk, berbagi cerita di kolom komentar!
