Mengapa Metode Anggaran 70/30 Gagal Coba Cara Ini!

 

Mengapa Metode Anggaran 7030 Gagal Coba Cara Ini!

Mengapa Metode Anggaran 70/30 Gagal? Coba Pendekatan yang Lebih Fleksibel!


Metode anggaran 70/30 mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Konsepnya sederhana: alokasikan 70% pendapatan untuk pengeluaran dan sisihkan 30% untuk tabungan. Namun, meskipun kelihatannya mudah diikuti, metode ini sering kali tidak cocok untuk semua orang. Mengapa? Mari kita bahas bersama!


 Kenapa Metode 70/30 Tidak Selalu Berhasil?


1. Biaya Hidup yang Berbeda-Beda

   Biaya hidup di setiap daerah sangat bervariasi. Misalnya, biaya sewa rumah di Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan Yogyakarta. Dengan angka tetap 70% untuk pengeluaran, metode ini mungkin terasa masuk akal di satu tempat tetapi mustahil di tempat lain dengan biaya hidup yang lebih tinggi.


2. Kurangnya Fleksibilitas

   Metode ini tidak membedakan antara kebutuhan (seperti sewa rumah atau bahan makanan) dan keinginan (seperti makan di restoran atau hiburan). Akibatnya, sulit untuk menyesuaikan anggaran saat ada pengeluaran tak terduga, seperti perbaikan kendaraan atau tagihan medis.


3. Mengabaikan Beban Utang  

   Bagi yang memiliki pinjaman besar, seperti KPR atau cicilan pendidikan, 70% mungkin tidak cukup untuk menutupi semua pengeluaran sekaligus pembayaran utang. Hal ini bisa membuat tabungan 30% menjadi tidak realistis.


4. Tidak Cocok untuk Semua Tingkat Pendapatan 

   Bagi mereka yang berpendapatan rendah, menyisihkan 30% untuk tabungan bisa jadi sangat sulit setelah memenuhi kebutuhan dasar. Sebaliknya, bagi mereka dengan pendapatan tinggi, mengalokasikan 70% untuk pengeluaran mungkin terlalu boros dan mengurangi potensi menabung lebih banyak.


Coba Metode Anggaran 50/30/20


Jika metode 70/30 terasa kurang cocok, Anda bisa mencoba pendekatan yang lebih fleksibel: metode anggaran 50/30/20. Bagaimana cara kerjanya? Berikut pembagiannya:


- 50% untuk Kebutuhan (Needs):  

  Ini mencakup pengeluaran yang wajib dibayar setiap bulan, seperti:  

  - Sewa atau cicilan rumah  

  - Bahan makanan  

  - Tagihan listrik, air, dan gas  

  - Transportasi  

  - Asuransi dan pembayaran utang minimum  


- 30% untuk Keinginan (Wants):  

  Pengeluaran ini bersifat opsional dan bertujuan meningkatkan kualitas hidup Anda, seperti:  

  - Makan di restoran  

  - Langganan layanan streaming  

  - Pakaian baru  

  - Liburan atau hobi  


- 20% untuk Tabungan dan Pembayaran Utang Ekstra (Savings & Extra Debt Repayment):  

  Alokasi ini digunakan untuk keamanan finansial Anda di masa depan, seperti:  

  - Dana darurat  

  - Investasi atau kontribusi pensiun  

  - Melunasi utang lebih cepat  


 Fleksibilitas Adalah Kunci


Metode 50/30/20 menawarkan keseimbangan yang lebih baik antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Jika aturan ini masih terasa kaku, Anda bisa menyesuaikan persentasenya sesuai dengan situasi keuangan Anda. Yang penting adalah memastikan bahwa kebutuhan utama terpenuhi, Anda tetap bisa menikmati hidup, dan masa depan finansial Anda tetap terjamin.


Jadi, sudah siap mencoba metode anggaran yang lebih fleksibel? Yuk, mulai atur keuangan Anda dengan cara yang lebih realistis dan sesuai kebutuhan! 😊

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url