Mengapa Kita Bisa Kecanduan Konten Mukbang?

 

Mengapa Kita Bisa Kecanduan Konten Mukbang?

Mengapa Kita Bisa Kecanduan Konten Mukbang?


Pernahkah kamu merasa asyik menonton video mukbang hingga lupa waktu? Fenomena ini ternyata cukup umum, lho! Mukbang, yang awalnya populer di Korea Selatan, kini menjadi tren global. Namun, di balik popularitasnya, ada alasan psikologis mengapa banyak orang bisa "kecanduan" konten ini.


1. Mengatasi Rasa Kesepian 

Bagi sebagian orang, mukbang memberikan ilusi makan bersama. Saat hidup sendiri atau merasa kesepian, menonton seseorang makan sambil berbicara kepada penonton bisa terasa seperti makan bareng teman. Bahkan, interaksi di kolom komentar dengan pembuat konten (mukbanger) dapat memperkuat perasaan "terhubung" ini.


2. Kepuasan Perwakilan

Tidak bisa makan makanan tertentu karena diet, harga mahal, atau alasan kesehatan? Mukbang menawarkan solusi. Dengan menonton orang lain menikmati makanan, kita bisa merasakan kepuasan secara tidak langsung. Ini seperti "makan lewat mata" yang membuat kita ikut bahagia.


3. Efek ASMR yang Menenangkan  

Bagi beberapa orang, suara mengunyah atau meneguk dalam video mukbang memberikan sensasi rileks yang disebut ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Sensasi ini sering digambarkan seperti "pijat otak" yang menenangkan pikiran.


4. Hiburan dan Pelarian

Menonton mukbang juga menjadi bentuk hiburan yang menyenangkan. Saat merasa stres atau bosan, video ini bisa menjadi pelarian sementara dari rutinitas atau masalah sehari-hari. Rasanya seperti masuk ke dunia lain yang penuh makanan lezat!


5. Stimulasi Pusat Hadiah di Otak

Video mukbang sering menampilkan makanan berkalori tinggi dalam porsi besar. Melihat makanan ini dapat mengaktifkan pusat "hadiah" di otak kita, sehingga meningkatkan keinginan untuk terus menonton. Sensasi ini mirip dengan ketika kita menikmati makanan favorit.


6. Mekanisme Koping yang Tidak Sehat

Namun, ada sisi lain yang perlu kita waspadai. Bagi sebagian orang, menonton mukbang secara berlebihan bisa menjadi cara untuk mengatasi stres, kecemasan, atau emosi negatif lainnya. Sayangnya, ini hanya memberikan kelegaan sementara tanpa menyelesaikan masalah utama.


Kesimpulan

Kecanduan mukbang biasanya berkembang ketika kita terlalu bergantung pada konten ini untuk memenuhi kebutuhan sosial atau emosional yang tidak terpenuhi di kehidupan nyata. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa memengaruhi perilaku makan dan bahkan meningkatkan risiko kecanduan internet.


Jadi, yuk nikmati mukbang dengan bijak! Ingatlah untuk tetap menjaga keseimbangan antara hiburan digital dan kehidupan nyata. 😊

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url